Majalah Selangkah Edisi Pendidikan Tinggi: Pesan Sekarang!

Sabtu, April 10, 2010


Majalah Selangkah Edisi Januari-Februari 2010 telah terbit. Edisi ini menyajikan berbagai tulisan menarik dengan topik utama Pendidikan Tinggi. Salah satu tulisan utama adalah “Pendidikan Tinggi dan Gerakan Mahasiswa. Juga ada artikel menarik “Perguruan Tinggi sebagai Pusat Refleksi Masyarat” yang ditulis oleh salah seorang alumnus STF Diryarkaya Jakarta yang juga penulis buku "MELANGKAH KE DUNIA LUAS: Impian dan Pergulatan Anak-anak Papua” (dapat juga Anda pesan atau boleh beli langusng di toko buku terdekat).

Anda juga bisa membaca wawancara eksklusif dengan Mama Yosepha Alomang. Anda juga bisa menikmati wawancara khusus dengan seorang aktivis perempuan Papua Barat, Cyntia Warwe, tentang Poligami.

Jika ada yang tertarik untuk membaca silahkan hubungi agen-agen kami. Untuk Wilayah Jawa hubungi Mateus Auwe (081392188632), wilayah Papua Longginus Pekey (081383763630). Dapat juga anda pesan melalui email selangkah_kpp@yahoo.com. Harga jual Rp15.000,00 (lima belas ribu) satu eksemplar.***


BACA TRUZZ...- Majalah Selangkah Edisi Pendidikan Tinggi: Pesan Sekarang!

Pemuda Katolik Akan Hadir di 12 Kabupaten





Beberapa kabupaten yang terletak dalam wilayah Keuskupan Timika akan hadir Komisariat Cabang Pemuda Katolik (Komcab PK).

“Di wilayah Keuskupan Timika, pengurus Komcab PK yang sudah terbentuk baru Kabupaten Timika. Kegiatannya juga sedang berjalan. Sedangkan kabupaten-kabupaten yang lain, kami akan bentuk pengurusnya,” ungkap Ketua Sub Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Keuskupan Timika, Leander Alexander Auwe, Jumat (9/4).

Sebagai satu organisasi kepemudaan (OKP) resmi di Indonesia, menurut dia, setiap kabupaten/kota harus ada kepengurusan Pemuda Katolik. “Untuk itu, dalam waktu dekat kami bentuk Komcab di 12 kabupaten yang berada di wilayah Keuskupan Timika,” kata Leander.

Adapun 12 kabupaten dimaksud, Timika, Paniai, Nabire, Puncak Jaya, Biak, Serui, Supiori, Waropen, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak Papua.

Dijelaskan, PK dapat memainkan fungsi kontrol terhadap pemerintah maupun swasta di daerah. Bagaimana dengan posisi PMKRI? “PMKRI itu organisasi resmi di kalangan mahasiswa yang dibatasi usia. Kalau PK tidak, keanggotaannya umum dari berbagai kalangan dengan batasan umurnya 17-40 tahun. Anggota PMKRI dan WKRI juga bisa masuk dalam PK,” tuturnya.

Meski waktunya mepet, diharapkan dalam beberapa hari kedepan ada pengurus, sehingga masing-masing Komcab mengutus perwakilan mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Rencana Rakernas 16-18 April mendatang.

“Karena Rakernas ini penting, kiranya tiap kabupaten bisa ikut Rakernas. Soal siapa pesertanya, saya yang akan kasih rekomendasi,” ucap Auwe.

Saat pihaknya sedang berkoordinasi dengan pengurus pusat (DPP) dan Komcab untuk menyiapkan tim formatur agar melaksanakan agenda pemilihan dan pelantikan badan pengurus Komcab di masing-masing kabupaten.

Pengurus Sub Komda PK Keuskupan Timika dilantik Ketua DPP PK Pusat, Natalis Situmorang, S.Hut, M.Si, November lalu. Natalis Situmorang terpilih kembali untuk periode kedua pada saat Kongres Pemuda Katolik se-Indonesia di Manado, September 2009. (Markus You)
------------------------
Sumber:http://tabloidjubi.com

BACA TRUZZ...- Pemuda Katolik Akan Hadir di 12 Kabupaten

Adhi Luhur Adakan Semiloka “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa”

Minggu, Februari 28, 2010

Ada suatu keprihatinan yang mendalam atas pendampingan siswa di tanah Papua.

Nabire-- Hari ini Senin, (1/3), Kolese Le Cocq d’Armandville, SMA YPPK Adhi Luhur Nabire mengadakan seminar dan lokakarya (Semiloka) bertema “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa” di ruang Laboratorun Bahasa Adhi Luhur Nabire, Papua.

Kepala SMA Adhi Luhur Nabire, Pastor Mardi Santosa, S.J., mengatakan, Semiloka itu menghadirkan dua pembicara dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yaitu Priyo Widiyanto, M.Si dan Setyandari, S.Pd., Psi., MA.

Panitia pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yuventus Tri Priyomiyoso, S.Pd., mengatakan, lokakarya ini akan berlangsung empat hari dan mengundang sejumlah guru dari SMA di Nabire.

“Semiloka ini akan berlangsung mulai tanggal 1 sampai dengan 4 Maret 2010. Kami juga mengundang sejumlah guru dari beberapa SMA di Nabire. Misalnya, dari SMA Negeri 3, SMA YPK Tabernakel, SMA Yapis, SMA Negeri 1, SMP YPPK At. Antonius dan lainnya,” kata Yuventus.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Adhi Luhur Nabire yang sering disapa Romo (pastor: red) Mardi itu mengatakan, Semiloka “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa” siswa itu diadakan karena ada satu keprihatinan yang mendalam atas pendampingan siswa di tanah Papua, khususnya di Nabire.

“Kami melihat bahwa anak-anak di Nabire kurang mendapatkan mendampingan yang baik di sekolah dan di rumah. Maka, dengan Semiloka ini diharapkan ke depan kita dapat mendampingi anak-anak kita dengan baik,” kata Mardi.

Mesak Mofu, S.Pd., Kepada Bidang Bina SMA/MA/SMK dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengatakan, Dinas Pendidikan Nabire menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh SMA Adhi Luhur. “Kegiatan ini penting dalam rangka tidak hanya memahami sisi akademik tetapi pelayalanan kepada siswa. Satu bidang studi pengembangan diri sedang dikembangkan maka seminar ini dapat memberikan teknis penulisan KTSP”.

“Ada yang dibangun oleh SMA Adhi Luhur di Nabire yaitu nilai tambah dengan mengundang para pembicara berkualitas dari luar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang datang memberikan materi yang akan menjadi nilai tambah untuk mendampingi siswa di Nabire,” kata Mofu.

Mesak Mofu, S.Pd. atas nama kepala Dinas Pendidikan berharap para guru dapat meningkatkan kemampuannya melalui Similoka itu mendampingi siswa sesuai dengan karakter dan lingkungan mereka. ***


BACA TRUZZ...- Adhi Luhur Adakan Semiloka “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa”

Beasiswa S-1 Misereor

Senin, Februari 22, 2010

Misereor, (German Catholic Action for Human Development), sebuah lembaga Gereja Katolik  yang berada di Jerman menawarkan beasiswa pendidikan untuk 20 calon guru untuk SD, SMP, SMA di Agats-Asmat, Papua.
                 
Demikian dikatakan Dr. Henry Schuermann dari  Misereor, Asia-Pacific Department  kepada Selangkah belum lama ini. Katanya, beasiswa ini ditujukan kepada putra Papua asli lulusan SMA dan punya semangat tinggi dan harus kembali ke Asmat Papua.
             
Bagi para pelajar yang tertarik dengan beasiswa ini dapat menghubungi Lembaga Pendidikan Papua, Education of Papuans Spirit (LPP, EdPaPaS) melalui email: kpp_selangkah@yahoo.com atau menghubungi Sekretaris LPP melalui nomor hanphone: 085354007469. Dapat juga menghubungi langsung kepada Dr. Henry Schuermann dari  Misereor melalui email: henry.schuermann@misereor.deTel.: +49  (0)241 - 442-407 / -419 MISEREOR e.V.  Fax:  +49  (0)241 - 442 188 Asia-Pacific Department   Mozartstr. 9, D-52064 Aachen, Germany, www.misereor.de / www.misereor.org. ***
BACA TRUZZ...- Beasiswa S-1 Misereor

Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

Kamis, Februari 04, 2010

Teman-teman semua, berikut ini adalah artikel yang sangat bagus yang ditulis oleh sahabat saya Bapak Satria Dharma, salah satu tokoh pendidikan nasional. Semoga bermanfaat.

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?

Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes.

Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Apa gerangan kuncinya?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!. Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

---------------------
Sumber:http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=248
BACA TRUZZ...- Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

Wakil Menteri Pendidikan: Fasli Jalal, Si Dokter Cerdas

Rabu, Januari 06, 2010

Sebagai dokter, Fasli tak melepas kariernya di bidang pendidikan.

Fasli Jalal ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Wakil Menteri Pendidikan. Pria yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sejak akhir November 2007 itu akan dilantik pukul 14.00, Rabu, 6 Januari 2010.

Lahir di Padang Panjang, 1 September 1953, semenjak muda Fasli tumbuh sebagai sosok yang cerdas dan berprestasi. Ia menjadi mahasiswa teladan Universitas Andalas pada 1977 dan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada 1982.

Selepas lulus dari perguruan tinggi, Fasli menekuni profesinya sebagai dokter di sejumlah tempat di Sumatera Barat. Namun, Fasli tak melepas kariernya di bidang pendidikan. Sejak 1982, Fasli menjadi pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada 1987, saat menempuh pendidikan doktoral di Universitas Cornell, Ithaca, New York, ia juga menjadi staf dosen dalam bidang gizi.

Sepulang dari Amerika, kariernya mulai menanjak dengan jabatan Kepala Bagian Gizi pada Biro Kesehatan dan Gizi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 1991. Selama sembilan tahun, Fasli berkarier di Bappenas.

Kariernya di Departemen Pendidikan dimulai pada pertengahan tahun 2000. Kala itu, Fasli membuat lompatan sebagai Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Sumber Daya Pendidikan. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. Dan sebelum mengemban jabatan sebagai Dirjen Dikti, ia menjadi Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan periode Mei 2005 hingga Oktober 2007.

Sepanjang kariernya, Fasli juga kerap mewakili Indonesia sebagai pembicara di forum-forum internasional yang berhubungan dengan pendidikan. Di sela tugasnya, ia juga menulis makalah ilmiah yang disajikan di forum nasional dan internasional. Ia juga menjadi penulis dan editor dari beberapa buku, majalah ilmiah dan majalah ilmiah populer.

Sementara dari hasil pernikahannya dengan Dr Gusnawirta Taib, S.Pd., M.Pd., Fasli dikaruniai tiga anak yaitu Fitra Ifana (mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), Anisa Ifana (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia), dan Wahyu Figura (Mahasiswa ITB).

Mulai pukul 14.00 siang nanti, Fasli akan resmi menjabat sebagai wakil menteri pendidikan. Selanjutnya, dokter cerdas itu akan memulai tugas baru mendampingi Menteri Pendidikan M Nuh.
Sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/118900-fasli_jalal__si_dokter_cerdas


BACA TRUZZ...- Wakil Menteri Pendidikan: Fasli Jalal, Si Dokter Cerdas

Yang Menjanjikan di Tahun 2010 : Beasiswa Kuliah sampai Lulus, judul Untuk 20 Ribu Orang

Kabar gembira untuk siswa-siswi SMA sederajat yang lulus di 2010 ini. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menjanjikan beasiswa bernama BIDIK MISI bagi 20 ribu siswa di Indonesia yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu. Bentuknya jaminan biaya kuliah hingga tuntas, baik pada Diploma III, Diploma IV, ataupun jenjang Strata I. Bahkan biaya hidup per bulan pun turut dijamin.

Lebih menggembirakan lagi, siswa calon penerima bisa memilih maksimal dua program studi baik dalam satu perguruan tinggi atau di dua kampus yang berbeda. Sebanyak 104 perguruan tinggi negeri di Indonesia, baik yang bernaung di Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama, telah terikat kerjasama sebagai penyelenggara beasiswa ini dan hampir semua program studinya boleh dipilih.

Terkait besaran beasiswa, dalam panduan yang dirilis Dirjen Dikti disebutkan besarnya mencapai Rp 5 juta per semester. Rinciannya; untuk biaya hidup ditetapkan dalam kisaran Rp 500 ribu sampai Rp Rp 700 ribu per bulan; sedang biaya pendidikan yang diterima oleh kampus penyelenggara dihitung dari setiap penerima berada dikisaran Rp 800 ribu – Rp 2 juta per semester.

Hampir semua kalangan kampus mengapresiasi program ini. Dr H Agus Maimun MPd, Pembantu Rektor III Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menilai program ini sebagai kebijakan yang revolusiner. Untuk kali pertama pemerintah memberikan jaminan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup secara penuh bagi lulusan SMA untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi.

“Dibilang revolusioner sebab beasiswa ini akan menepis anggapan bahwa untuk kuliah itu biayanya mahal. Istilahnya, anak sekolah sekarang belajar saja yang baik dan giat agar bisa berprestasi, urusan biaya untuk kuliah, negara sudah menanggung,” tegas Agus Maimun.

Pandangan serupa diungkap Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya yang menilai beasiswa ini memiliki semangat memutus rantai kemiskinan. Dengan adanya jaminan dan kesempatan yang sama untuk kuliah, diharapkan ke depan ada perbaikan kualitas kehidupan bagi si anak sekali yang selanjutnya bisa mengangkat perekonomian keluarga.

“Bila kemiskinan lahir dari kebodohan maka beasiswa ini mencoba untuk memutus akarnya, yaitu kebodohan. Dengan kesempatan yang sama untuk bisa kuliah amat diharapkan ada kesempatan yang sama juga dalam memperbaiki kualitas hidup,” tegas Bambang Suharto.

Sayang sedikit, program beasiswa yang revolusioner dan lahir atas semangat mulia ini menyimpan kesan amat diskriminatif. Pasalnya tidak satupun perguruan tinggi swasta yang dilibatkan sebagai kampus penyelenggaran. Oleh praktisi pendidikan IKIP Budi Utomo Malang, Muhammad Yahmin MPd, ini menegaskan betapa pemerintah semakin tidak mengakui keberadaan PTS.

”Dalam UU BHP jelas disebut bahwa selain ada bentuk BHP Pemerintah, juga ada BHP Daerah dan BHP Masyarakat (dalam hal ini swasta –red). Adanya kebijakan yang tidak mengakomodir ketiga bentuk BHP ini tentunya sudah melanggar legal formal. Kenapa tidak sekalian saja diubah UU nya.” tegas Yahmin.
---------------
Sumber: http://www.koranpendidikan.com

BACA TRUZZ...- Yang Menjanjikan di Tahun 2010 : Beasiswa Kuliah sampai Lulus, judul Untuk 20 Ribu Orang

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut