Adhi Luhur Adakan Semiloka “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa”

Minggu, Februari 28, 2010

Ada suatu keprihatinan yang mendalam atas pendampingan siswa di tanah Papua.

Nabire-- Hari ini Senin, (1/3), Kolese Le Cocq d’Armandville, SMA YPPK Adhi Luhur Nabire mengadakan seminar dan lokakarya (Semiloka) bertema “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa” di ruang Laboratorun Bahasa Adhi Luhur Nabire, Papua.

Kepala SMA Adhi Luhur Nabire, Pastor Mardi Santosa, S.J., mengatakan, Semiloka itu menghadirkan dua pembicara dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yaitu Priyo Widiyanto, M.Si dan Setyandari, S.Pd., Psi., MA.

Panitia pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yuventus Tri Priyomiyoso, S.Pd., mengatakan, lokakarya ini akan berlangsung empat hari dan mengundang sejumlah guru dari SMA di Nabire.

“Semiloka ini akan berlangsung mulai tanggal 1 sampai dengan 4 Maret 2010. Kami juga mengundang sejumlah guru dari beberapa SMA di Nabire. Misalnya, dari SMA Negeri 3, SMA YPK Tabernakel, SMA Yapis, SMA Negeri 1, SMP YPPK At. Antonius dan lainnya,” kata Yuventus.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Adhi Luhur Nabire yang sering disapa Romo (pastor: red) Mardi itu mengatakan, Semiloka “Peran Guru dalam Pendampingan Siswa” siswa itu diadakan karena ada satu keprihatinan yang mendalam atas pendampingan siswa di tanah Papua, khususnya di Nabire.

“Kami melihat bahwa anak-anak di Nabire kurang mendapatkan mendampingan yang baik di sekolah dan di rumah. Maka, dengan Semiloka ini diharapkan ke depan kita dapat mendampingi anak-anak kita dengan baik,” kata Mardi.

Mesak Mofu, S.Pd., Kepada Bidang Bina SMA/MA/SMK dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengatakan, Dinas Pendidikan Nabire menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh SMA Adhi Luhur. “Kegiatan ini penting dalam rangka tidak hanya memahami sisi akademik tetapi pelayalanan kepada siswa. Satu bidang studi pengembangan diri sedang dikembangkan maka seminar ini dapat memberikan teknis penulisan KTSP”.

“Ada yang dibangun oleh SMA Adhi Luhur di Nabire yaitu nilai tambah dengan mengundang para pembicara berkualitas dari luar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang datang memberikan materi yang akan menjadi nilai tambah untuk mendampingi siswa di Nabire,” kata Mofu.

Mesak Mofu, S.Pd. atas nama kepala Dinas Pendidikan berharap para guru dapat meningkatkan kemampuannya melalui Similoka itu mendampingi siswa sesuai dengan karakter dan lingkungan mereka. ***


2 komentar:

Anonim mengatakan...

Peningkatan kompetensi pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan, melalui berbagai kegiatan misalnya dengan memanfaatkan KKG,KKS,MGMP,MKKS termasuk seminar atau sejenis diklat lainnya.....Seminar yg dilakukan SMA Adhiluhur akan meningkatkan kompetensi guru dari aspek sosial.... sukses

Ahdiat mengatakan...

Saya suka artikel ini .. saya back link yach ... :)

Posting Komentar

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut