Konflik Papua Perlu Solusi

Selasa, September 15, 2009



Kondisi Papua belakangan ini sempat memanas, perang dingin antara pemerintah dan masyarakat Papua terus berlanjut tanpa adanya solusi.

Rentetan kejadian, pembakaran Rektorat Uncen, penyerangan Polsekta Abepura, pengibaran bintang kejora mewarnai Kamtibmas di tanah Papua.

Mesikapi itu, Ketua Solidaritas HAM dan Demikrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) Usama Yugobi mengatakan, perlu segera dicarikan pemecahan masalah yang tepat agar akarnya dapat diatasi

“Kejadian-kejadian ini mungkin saja akan terus menerus terjadi, maka harus ada solusi,” jelasnya.

Realita masyarakat umum melihat bila terjadi satu pelanggaran hukum baik itu tindakan kriminal maupun tindakan makar aparat hukum dapat menuntaskan perkara hukum ke meja hijau.

Namun bila dikaji dengan permasalahan HAM maka, permasalahan ini sampai kapan pun tidak akan terselesaikan, tentunya ini satu contoh kongkrit yang perlu disikapi dengan arif.

Menurutnya, penegakan keadilan di tanah Papua ini jauh dari harapan, sekalipun bersentuhan hukum dan aparat berlawanan, namun perlawanan masyarakat terus jut.

Katanya, katanya, pembangunan di era Otsus ini semakin tidak terarah, empat sektor dalam UU No.21 Tahun 2001, sama sekali belum memberi manfaat.

“Masyarakat jenuh dengan omong kosong pejabat yang nota bene orang asli Papua tentang pembangunan, mereka setelah menduduki jabatan justru mensejahterakan diri, sedangan masyarakat tidak merasakan perubahan Otsus,”ujarnya.(fer)
------------------------------
Sumber:papuapos.com

3 komentar:

pelangi anak mengatakan...

Dimana-mana ternyata sama, pokoknya selama masih di Indonesia, para pejabat sering lupa dengan para pemilihnya, yang telah memberi mereka ke kursi empuk kekuasaan.

Segera setelah mereka berkuasa, secepat itu pula mereka langsung lupa pada pemilih yang menghantarkannya. Kapan rakyat akan sejahtera kalau para pejabat tetap saja korup dan lupa daratan!

Selamat berjuang rakyat Indonesia untuk mentas dari ketertindasan!

Salam kenal juga Mas!

Markus You mengatakan...

kawan,
sa sedkit kaitkan dugaan kasus makar di NBR. jd, putusan vonis bebas bg 15 anak papua di PN Nabire (Senin, 14/9/2009) menunjukan bahwa ngr ini tra punya dasar hukum yg kuat utk menjajah, memenjarakan, dan menghukum warga negaranya. smua pasal karet. aturan adobsi!

Markus You mengatakan...

kawan,
sa sedkit kaitkan dugaan kasus makar di NBR. jd, putusan vonis bebas bg 15 anak papua di PN Nabire (Senin, 14/9/2009) menunjukan bahwa ngr ini tra punya dasar hukum yg kuat utk menjajah, memenjarakan, dan menghukum warga negaranya. smua pasal karet!

Posting Komentar

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut