Ketua IKAAL Bertemu Uskup Mimika: Uskup Akan Hadir Reuni Akbar IKAAL 2013

Selasa, September 14, 2010


Timika-- Ketua Umum Ikatan Alumni SMA YPPK Adhi Luhur Nabire Papua (IKAAL), Marselus Gobay, S.H. bertemu Uskup Keuskupan Mimika Jhon Philip Gaiyabi Saklil, Pr., di Timika Papua pada Senin, (13/09).

Dalam pertemuan itu, Ketua IKAAL menyampaikan hasil pelaksaan Reuni Perdana dan Deklarasi Ikatan Alumni SMA YPPK Adhi Luhur Nabire Papua dan pada 14 Agustus 2010 lalu.

Penyampaian hasil pelaksanaan reuni itu disampaikan dalam satu dokumen yang berisi Profil IKAAL dan Hasil MUSPAL IKAAL.  Pertemuan Ketua IKAAL dan Uskup berlangsung dari pukul 09.30 - 11.15. WIT dalam suasana santai.

Uskup memberikan sambutan, penghargaan dan dukungan kepada IKAAL. Uskup Timika mengatakan, dirinya siap hadiri REUNI AKBAR, PESTA PERAK SMA Adhi pada tahun 2013 nanti.  Dukungan pertama, Uskup memberikan izin kepada IKAAL untuk menggunakan Aula Ruma Transit Keuskupan Mimika di Jalan SP 2 secara gratis untuk sosialisasi IKAAL di wilayah Timika.
 Pertemuan itu didampingi oleh Frater SAUL WANIMBO, Fr. RICO FORGOHOI, Fr. RINTO DUMATUBUN, Fr. DAMIANUS ADII (IKAAL angktn 2000), Kosmas Mote (IKAAL 1998), Lukas Gobay (Anggota Luar Biasa IKAAL). Dalam pertemuan itu, mengemuka kisah-kisah pelayanan pastoral di tanah Papua.  ***
BACA TRUZZ...- Ketua IKAAL Bertemu Uskup Mimika: Uskup Akan Hadir Reuni Akbar IKAAL 2013

Jangan Terlalu Cepat Menilai Seseorang Berdasarkan Persepsi Kita

Sabtu, September 11, 2010

Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun,
Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan
menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan
membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil
lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat
keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei
menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.
Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak
terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya
benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain
dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan men yus un kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk
menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya
untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.
Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari
luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran,
pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu
tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan
sudah tidak bernyawa.. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis
meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan
membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan
nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.
Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus
kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada
kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap
terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku
membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli
biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang
tahun."*
------------ -------
**Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.
BACA TRUZZ...- Jangan Terlalu Cepat Menilai Seseorang Berdasarkan Persepsi Kita

”Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk“

Kamis, September 02, 2010

 Oleh:Alberd Duwith 


” Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk “

Itu-lah ketikan sebuah kalimat, dari sebuah paragraf yang kami tulis di laptop kami. Harapan kami, kalimat itu dilanjutkan, sehingga menjadi sebuah paragraf yang linear.

” Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk. Burung berkicau, dan mentari baru bersinar. Bunyi air telah terdengar dari berbagai rumah yang berarti aktifitas kehidupan telah dimulai”.

” Oke. Saya menyetujui paragraf ini. Ini adalah paragraf narasi”, lanjutku.

” Namun untuk membuat tugas kampus, jenis penguraian paragraf seperti ini, tidak diperlukan. Tugas kampus memerlukan paragraf argumentasi. Coba kau kembangkan paragraf argumentasi”

Kataku, sambil mengcopypastekan, kalimat : ” Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk “

“Saya tak mampu menulis, karena tidak memliki banyak bacaan”, katanya.

“Ini bukan kalimat yang memerlukan bacaan untuk menguraikannya, kamu hanya perlu mengembangkannya menjadi sebuah paragraf yang linear – sebab ini adalah apa yang kamu alami tadi pagi”, demikian kata-ku.

Kalimat yang belum kusampaikan di dalam kepala adalah tatacara pengembangan paragraf dapat di bagi menjadi tiga (3) bagian. Bagian pertama adalaha paragraf yang dikembangkan dengan gaya penulisan dari Timur Tengah, semisalnya dapat kita lihat  padakitab Mazmur  dalam kitab suci Agama Kristen, yakni dengan gaya perulangan. Bagian kedua berasal dari peradapan di wilayah Asia Timur, yang dicirikan dengan menggunakan banyak sudut pandang dalam sebuah paragraf. Bagian ke-3, berasal  yakni secara linear, yang dikembangkan oleh berbagai ilmuwan pada kebudayaan Yunani ( terutama Aristoteles), yaitu dengan menggunakan 1 kalimat inti, dan di dukung oleh beberapa kalimat pendukung, dan diakhiri dengan sebuah kalimat penyimpul.

Karena mengingat tujuan dari berbagai tulisan ilmiah adalah membedah sebuah persoalan dan menyakinkan para pembacanya tentang sebuah ide baru, maka tatacara pengembangan paragraph secara linear ( Yunani). Paragraf ini menjadi standar baku yang digunakan ketika kita membuat sebuah laporan essay, paper, proposal dan skripsi serta tesis, yang pada prinsipnya di tulis dengan metode argumentasi, yang mengembangkan tulisannya lewat deduksi-induksi. Karena itu adalah hal yang penting untuk mengetahui tatacara pengembangan paragraf secara linear.

Ini bukanlah persoalan seberapa banyak buku yang di baca, namun bagaimana mengembangkannya sebuah kelimat menjadi sebuah paragraf. Dasar sebuah penulisan adalah kata, yang berlanjut kepada kalimat, yang kemudian akan menjadi paragraf yang setelah dikumpulkan kemudian menjadi sebuah kumpulan bab, yang dapat mewujud menjadi sebuah buku. Adalah kesedihanku, bahwa ada banyak karya limiah mahasiswa yang di tulis, namun pemahaman penulisan secara linear, sangat jarang digunakan. Sehingga kita membaca sebuah paragraf, kemudian menjadi bingung, tentang maksud dari paragraf tersebut. Artinya, ketika kebingungan paragraf itu berlanjut kepada kebingungan di paragraf berikut, maka kita menjadi bingung dengan isi keseluruhan cerita yang mau disampaikan lewat tulisan tersebut. Itulah sebabnya mengetahui tatacara pengembangan paragraf secara linear adalah sangat penting, terutama bagi kalangan mahasiswa.
Waktu cepat berlalu, 2 menit kemudian, karena melihatnya duduk di depan laptop sambil merenung, maka saya mengetahui bahwa hal ini adalah sesuatu yang baru baginya.

“Apa masih belum bisa”?

Saya pun meminta ijinya, untuk mengambil ganti duduk di kursi berhadapan dengan laptop di atas meja.
Kemudian saya pun menuliskan kata-kata ini.

Ide Pokok : hari masih pagi
Ide Pembatas : seisi rumah telah sibuk
Kemudian hal ini lanjutkan dengan mengetik
Kalimat Inti
kalimat Pendukung (1)
Kalimat Pendukung (2)
Kalimat Pendukung (3)
Kalimat Penyimpul

Setelah itu, kembali saya mempersilakannya untuk duduk dan lanjut menulis, menyampung kalimat di atas itu, yakni : ” Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk”

Kemudian, saya melanjutkan penjelasan kalimat ini.

“Kalimat pendukung itu, menjelaskan apa yang ada pada ide pembatas, dari kalimat inti tersebut. Karena itu, ketika pembatasnya adalah “seisi rumah telah sibuk”, maka kita harus menjelaskan, apa saja aktifitas seisi rumah, yang membenarkan bahwa “seisi rumah telah sibuk”. Kita sebut satu persatu anggota rumah ini, dan aktivitasnya yang dilakukan pada pagi hari (tadi)”. Kesibukan itulah yang kita masukan dalam kalimat pendukung 1,2, dan 3. Bila perlu, sampai lebih dari 3 kalimat pendukung. Dan semua ini, diakhir dengan sebuah kalimat penyimpul. Jadilah sebuah paragraph yang linear”.

Ternyata, 30 menit telah berlalu.

” Kita cukup dulu yah, untuk hari ini”.

” Oke. Besok kita lanjutkan lagi”!

Sumber: http://www.facebook.com/notes/duwith-alberd/hari-masih-pagi-ketika-seisi-rumah-telah-sibuk/424505677934
BACA TRUZZ...- ”Hari masih pagi ketika seisi rumah telah sibuk“

LMA Mee Tolak MoU Pendirian PLTA di Urumka

Lembaga Masyarakat Adat Suku Mee menolak tegas Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembangunan Listrik Tenaga Air di wilayah Urumka, Kabupaten Deiyai, Papua. MoU tersebut dianggap tidak memihak dan melanggar batas wilayah.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Mee Ogeiye, Agus Anouw menjelaskan, wilayah Urumka tidak masuk wilayah Mimika. Sehingga, penandatanganan surat perjanjian oleh Pemerintah Provinsi Papua bersama Presiden PT. Freeport Indonesia dan PT. Hiro China Pouwer adalah illegal. “Penadantanganan ini illegal karena daerah itu bukan wilayah Mimika tapi termasuk kawasan  Nabire,” ujar Anouw kepada wartawan, Kamis (5/8).

Menurutnya, kesepakatan itu juga tidak melibatkan LMA Nabire dan Mimika. Lokasi Urumka sendiri di Distrik Kapiray masih berada di kawasan Kabupaten Deiyai, wilayah baru yang dimekarkan dari Kabupaten Dogiyai.

“Urumka masih ada di kawasan Nabire, jadi LMA dan pemda setempat yang seharusnya dlibatkan dalam pembuatan MoU dan penandatanganannya," katanya.

Dia menilai, tindakan tersebut telah melaggar Undang-Undang Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua. “Jika dipaksakan, maka akan merugikan masyarakat. Hak masyarakat juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Anouw menambahkan, pihaknya telah berulang kali menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua namun belum ada tanggapan.

Sebelumnya pada tanggal 14 Juli 2010, Masyarakat Adat Suku Mee, Kabupaten Dogiyai, menyerahkan kembali bundel keputusan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu tentang pendirian PLTA kepada Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua, Alex Hesegem. Penyerahan dilakukan saat Wagub Turun Kampung (Turkam) ke Kabupaten Dogiyai.

Pelanggaran terhadap UU Otsus terutama pada pasal 43 yang menyebutkan, pemerintah harus mengakui, menghormati, melindungi dan mengembangkan hak-hak adat masyarakat setempat, karena lembaga adat sebagai mitra pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah. “Walau sudah langgar aturan dan berkali-kali disampaikan kesalahannya ke pemerintah tapi mereka masih malas tahu,” sesalnya. (Musa Abubar)
-------
Sumber: tabloidjubi.com 
BACA TRUZZ...- LMA Mee Tolak MoU Pendirian PLTA di Urumka

Ketajaman Otak pun Bisa Dilatih

Semakin bertambah tua, tidak dapat kita pungkiri kapasitas ingatan kita semakin berkurang. Kita mulai sering lupa. Seperti dilansir kapanlagi.com misalnya nama-nama orang atau di mana kita meletakkan barang. Tapi bertambah tua bukan berarti selalu berkurangnya daya ingat. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat ingatan tetap tajam. Simak yang satu ini:
Melatih Otak Kiri
Otak kiri diyakini berfungsi untuk mengontrol logika, bahasa dan kemampuan berhitung. Untuk membuatnya berjalan dengan kapasitas penuh, coba dengarkan bahasa baru atau bermain teka-teki. Sudoku salah satu pilihan bagus.
Melatih Otak Kanan
Otak kanan berfungsi untuk membangun kreativitas. Pertahankan agar tetap tajam dengan belajar musik, belajar sesuatu yang baru atau menekuni hobi baru. Bahkan ikut bernyanyi dalam paduan suara juga dapat membantu.
Melatih Keseluruhan Otak Belajar meditasi.
Melakukan meditasi membantu mengurangi tingkat stres dan kegelisahan. Dengan cara ini pula dapat kegelisahan. Dengan cara ini pula dapat membantu mengontrol pusat otak untuk terus merasa gembira dan senang.
Praktekkan Kemampuan Daya
Ingat Ingat saat Anda masih kecil dan dengan mudah mengingat segala hal, bahkan pelajaran menghafal nama-nama menteri dalam pemerintahan. Ingatan Anda tumbuh dengan subur saat Anda mempraktekkan ketrampilan mengingat.
Aktif Dalam Kegiatan Sosial
Dengan kehidupan social yang sibuk dapat mengurangi kemunduran ingatan.

Sumber : Spirit hal.13 Edisi 33#Tahun V#Juli 2010
BACA TRUZZ...- Ketajaman Otak pun Bisa Dilatih

Di Deiyai, Kolera ‘Makan’ 230 Orang

Rabu, Agustus 25, 2010

Wabah kolera kembali merebak di Kabupaten Deiyai. Tepatnya di Kampung Komauto, Distrik Kapiraya. Jumlah korban 230 orang. “Sampai sekarang wabah kolera masih menyerang warga Kamauto di Distrik Kapiraya,” kata Jason Yobee, Sabtu (21/8).

Menurutnya, pemerintah daerah masih belum menangani wabah tersebut. “Dinas Kesehatan belum turun ke lapangan untuk melihat penyebab Muntaber. Wabah itu terjadi sebelum pemekaran, saat masih Kabupaten Paniai,” kata Jason.

Muntaber di Komauto diduga mirip wabah di Lembah Kamu (Kabupaten Dogiyai), Muye (Kabupaten Paniai) dan Kabupaten Deiyai setahun silam.

Bukan hanya di Komauto. Kini wabah sudah menyerang warga Kampung Atou dan Idego, Distrik Kapiraya. “Wabah bermula dari gejala muntaber sejak Juli 2008 lalu,” imbuh Yobee.

Ironisnya, beberapa orang yang membantu pasien justru ikut meninggal. “Sampai sekarang pemerintah daerah belum tangani wabah itu, padahal kami sudah beberapa kali sampaikan, tapi hanya dijanjikan saja.”

Di Distrik Kapiraya tidak ada petugas kesehatan. Gedung Puskesmas yang dibangun pemerintah Kabupaten Paniai, ibarat rumah hantu. Obat-obatan pun tak ada. “Dulu masyarakat kecewa, jadi sempat bakar gedung Puskesmas itu,” katanya.

Masyarakat setempat saat ini sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan menyusul merebaknya wabah tersebut. (Markus You)
-------------------------------------
Sumber: www.tabloidjubi.com
BACA TRUZZ...- Di Deiyai, Kolera ‘Makan’ 230 Orang

Food Estate dan Masyarakat Adat

  Oleh: Oktovianus Pogau*)


MERAUKE Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) belakangan ini menjadi topik hangat. Rencananya, di Merauke akan dibuka jutaan hektare (ha) lahan untuk pengembangan program “lumbung” pangan nasional. Food estate merupakan konsep pengembangan produksi pangan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan yang sangat luas. Secara sederhana konsep ini bisa dikatakan perkampungan industri pangan.

Untuk mendukung program food estate, pemerintah membuat payung hukum. Tujuannya, menarik investor masuk. Salah satunya, Instruksi Presiden No 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009 termasuk mengatur investasi pangan skala luas (food estate). Memasuki tahun 2010, Kementerian Pertanian merancang peraturan pemerintah (PP) tentang food estate atau pertanian tanaman pangan dengan skala sangat luas. Sebelumnya, persoalan ini sudah masuk dalam Perpres No 77/2007 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup Dan Terbuka untuk Investasi.

Saat ini, diperkirakan ada 7,13 juta ha yang dianggap telantar di Indonesia. Kabupaten Merauke, Papua, salah satu daerah yang dipandang layak untuk program food estate dengan lahan seluas 1,6 juta ha. Program ini secara resmi dicanangkan Bupati Merauke, Jhon Gluba Gebze pada perayaan HUT Kota Merauke ke 108, 12 Februari 2010.
Merauke memiliki cadangan lahan pertanian 2,49 juta ha, terdiri dari lahan basah 1,937 juta ha, dan lahan kering 554,5 ribu ha. Lahan yang ada hampir semua datar, hingga cocok untuk usaha pertanian skala luas. Sedangkan yang berpotensi untuk pengembangan food estate sekitar lahan 1,63 juta ha. Dari luas itu, sekitar 585.000 ha lahan penggunaan lain (APL) yang sudah mendapat persetujuan Kementerian Kehutanan.
Beberapa distrik di Merauke merupakan kawasan sentral produksi. Untuk tanaman padi di Merauke, Semangga, Kurik, Tanah Miring, Okaba dan Kimaam. Kedelai ada di Jagebob, Malind, Muting, Elikobel, Okaba dan Kimaam. Sedangkan jagung di distrik Semangga, Jagebob, Muting, Elokobel, Okaba, dan Kimaam.

Milik Konglomerat
Kabarnya, untuk mendukung program ini akan ada 36 investor di Merauke. Dari jumlah itu, 28 investor dalam negeri, sisanya asing. Serikat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Merauke, menyebutkan, beberapa perusahaan besar telah mulai beroperasi sejak Mei lalu. Misal, perusahaan milik Prabowo Subianto, PT Kertas Nusantara memperoleh lahan paling besar 154.943 ha untuk hutan tanaman industri (HTI).

Perusahaan ini hadir dengan surat rekomendasi 522.1/2700 tanggal 23-10-2008. Secara khusus perusahaan ini untuk pembuatan kertas dan bubur kertas, berkantor pusat di Menara Bidakara, Jakarta Pusat. Daerah operasi mereka meliputi beberapa distrik, seperti Ngguti, Okaba dan Tubang. Kehadiran PT Kertas Nusantara ini sudah tentu membuka hutan cukup besar. Keadaan ini khawatir terjadi konflik antara masyarakat adat setempat dengan perusahaan.

Lalu, Medco Group, perusahaan milik Arifin Panigoro melalui anak usaha PT Medco Papua Industri Lestari. Dia telah berinvestasi juga di Merauke. Kehadiran mereka dengan surat rekomendasi No.522.2/415 tanggal 18-02-2010, beroperasi di distrik Kaptel dan Ngguti. Lahan yang akan dibuka untuk energi biomassa (industri produksi energi) dan hutan tanaman industri (HTI) seluas 169.000 ha. Medco Group dan Arifin Panigoro hadir dengan tiga misi utama yakni; memperluas eksplorasi, meningkatkan produktivitas lapangan, serta memperketat balancing portfolio. Medco Group tentu akan beroperasi dalam waktu cukup lama di sana.

Tak ketinggalan, Keluarga Wiliam Soeryadjaya yang pernah menjadi orang nomor dua terkaya di Indonesia. Mereka menanamkan modal lewat PT Agro Lestari dengan anak perusahaan PT Papua Agro Lestari bergerak di perkebunan sawit. Perusahaan ini mendapat lahan operasi seluas 39,8 ribu ha, dengan surat keputusan. No 08 tanggal 16 Januari tahun 2007. Wilayah operasi mereka meliputi sebagian besar Distrik Ulilin.

Selain ketiga konglomerat kelas kakap itu, masih ada beberapa lagi yang perusahaan besar. Sebut saja Tommy Winata pemilik kelompok usaha Artha Graha Network melalui anak usaha PT Sumber Alam Sutera (SAS), Aburizal Bakrie dari kelompok Bakrie Group dan lain-lain.

Masyarakat Adat dan Lingkungan
Rencana ini mendapat respons dari berbagai kalangan, baik lembaga swadaya masyarakat maupun gereja di Papua. Septer J Manufandu, Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua mengatakan, program MIFEE yang membuka lahan 1,6 juta ha merupakan ancaman baru kerusakan hutan dan terjadi marginalisasi hak-hak masyarakat adat Marind. Direktur Serikat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Merauke, Pastor Decky Ogi MSC menyatakan, dampak MIFEE sudah tentu merugikan masyarakat adat setempat. Diana Gebze dari Solidaritas Masyarakat Papua Tolak MIFEE menolak kehadiran MIFEE karena berpotensi menggusur hak-hak adat masyarakat Marind demi kepentingan imperialisme.

Tujuan MIFEE tidak buruk jika memang murni mengatasi krisis ketahanan pangan. Namun, yang menjadi kekhawatiran jika program ini menggusur hak-hak adat, hutan dan budaya masyarakat setempat. Banyak pengalaman pahit yang membuat masyarakat adat di Papua, trauma.

Semoga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih ingat pada pidato di Kopenhagen akhir tahun lalu. Saat itu, dia mengajak pemimpin dunia menginjeksi logika ekonomi baru (new economic logic) dalam konsep pembangunan ekonomi. Konsep new economic logic versi SBY itu adalah mempertahankan tegakan hutan jauh lebih menguntungkan daripada menebang.

Pemerintah harus serius memerhatikan hak-hak masyarakat adat Marind. Pemerintah jangan membuat peraturan yang berpihak kepada pemodal, sembari mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Peraturan daerah khusus (perdasus) yang mengatur hak-hak hidup, hutan dan adat harus dibuat. Ini untuk mengantisipasi keberlangsungan hidup masyarakat adat Marind di Merauke, Papua. Mari bersama-sama melihat, apakah kehadiran MIFEE menjadi ancaman atau berkah bagi masyarakat Merauke.

*) Solidaritas Masyarakat Papua
Sumber : http://www.jurnalnasional.com/show/arsip?berita=140808&pagecomment=1&date=2010-8-20
BACA TRUZZ...- Food Estate dan Masyarakat Adat

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut