Guru Papua: Pemkab Jayapura Siapkan Tahapan Pemberhentian Forkorus Yaboisembut

Rabu, November 10, 2010

 "Saya bicara untuk hak-hak adat masyarakat Papua. Jika saya dipecat, itu bukan yang pertama. Sudah ratusan orang Papua telah dipecat dari PNS karena bicara hak-hak sosial, buday, dan politik. Saya guru maka saya bicara itu," kata Forkorus.

Pemerintah Kabupaten Jayapura rupanya tidak mau kompromi dengan pegawainya yang tidak bisa mentaati implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Bahkan tantangan Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut S.Pd yang selama ini merupakan PNS di SKPD Dinas Pendidikan Pemkab Jayapura juga terancam diberhentikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Dra Yuliana Yoku dalam menjawab permintaan Bupati Jayapura Habel M Suwae S.Sos MM untuk segera menjawab tantangan Forkorus itu mengaku telah menyiapkan tahapan-tahapan pemberhentian pegawai yang membandel dan tidak loyal dalam menjalankan tugas Negara.

Menurut Yuliana tahapan ini telah diawali dengan pemanggilan kepada Forkorus namun yang bersangkutan tidak datang. Dan hal ini akan dilakukan lagi, termasuk melewati tahapan administrasi lainnya yakni pemberhentian hak-haknya sebagai PNS di Pemkab Jayapura. “Kita akan tindak lanjut dengan tahapan-tahapan yang berlaku sesuai aturan yang ada, hingga pada eksekusi terakhir yakni pemecatan,” tegas mantan Kepala SMA N 1 Sentani ini.

Hal lain yang dikatakan Yuliana bahwa tindakan ini dilakukan oleh pihaknya sama sekali tidak ada kaitannya dengan unsur-unsur politis ataupun menganggap Forkorus sebagai penghianat, karena menurut Yuliana apa yang selama ini diperjuangkan oleh Forkorus adalah hak asasinya yang perlu dihargai.

Namun dirinya hanya menjalankan amanah Peraturan Pemerintah yang berlaku di Republik ini.

Yuliana juga mengaskan bahwa tindakan ini bukan dikhususkan kepada Forkorus saja tetapi juga kepada para oknum PNS lain di lingkungan Dinas Pendidikan yang selama ini tidak pernah melaksanakan tugas berdasarkan data asbsensi yang dimiliki pihaknya.

Sementara itu Ketua DAP Forkorus Yaboisembut S.Pd saat dikonfirmasi kemarin mengatakan itu adalah hal yang wajar untuk dilakukan sesuai peraturan yg ada, tergantung penilaian dari Pemerintah saja. Namun menurut Forkorus dirinya tidak kaget dengan hal itu karena sebelum dirinya mengalami ini sudah ada ribuan orang Papua yang memiliki nasib seperti itu ketika harus memperjuangkan hak-hak politik orang Papua secara utuh harus merelakan pekerjaannya jika dirinya sebagai aparat Pemerintah.

Menurut Forkorus dirinya hanya pejabat kecil saja, sebelumnya mantan Gubernur Provinsi Irian Jaya Elieser Bonay juga mengalami hal yang demikian, sehingga dirinya tidak kaget ataupun takut ketika harus diberhentikan dari PNS, dan menganggap apa yang dilakukan oleh Pemerintah adalah tindakan penjajahan terhadap hak-hak bangsa yang mereka jajah berdasarkan paham pendekatan history


Sumber: http://bintangpapua.com

3 komentar:

Anonim mengatakan...

trapapa, kamorang pecat saja ketua dap. pembalasannya nanti ketika kitong merdeka, orang-orang seperti kau yuliana yoku, bupati habel melkias suawe, ketua dprd yohanis eluay dan semua kaki tangannya ini yang harus target pertama kas lewat dari bumi kenambay umbay.

Auki G. T. mengatakan...

Ah, banyak pejabat juga yang tidak jalankan tugas dengan baik juga mo...

mereka itu yang harus di pecat. Bukan Bapak Forkorus.

Donatuspigaii@yahoo.com mengatakan...

Donatus Pigai

Sebaiknya pecat Pejabat-Pejabat Kabupaten Jayapura, tradisi pejabat lokal di seluruh papua yang dilakukan adalah makan di kabupaten jayapura dan berak di Jakarta (untuk membuang-buang uang rakyat), masyarakat menderita, istri dan anak makan nasi kosong dan bapak sekaligus pejabat lokal itu berfoya-foya di tempat BAR,BIR,BOR setelah itu si pejabat pulang ke papua dengan membawa penyakit HIV/AIDS untuk menyebarkan kepada keluarganya. si pejabat lokal itu dikasih mandat kepada bawahannya untuk mengurusi kegiatan di kantor setelah itu si pejabat meninggalkan kabupaten jayapura menuju ke jakarta padahal pekerjaannya menumpuk dan apa yang terjadi seorang pejabat itu, Dia membayar bawahan untuk menyelesaikannya pekerjaan yang begitu berat.
Selama ini saya melihat kinerja bapak forkorus Yaboisembut S.pd adalah kinerja yang sangat bangga dan dipercaya oleh rakyat papua dan membela hak-hak adat masyarakat papua

Posting Komentar

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut