Tampilkan postingan dengan label Persamaan Gender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persamaan Gender. Tampilkan semua postingan

Doa Seorang Gadis.... untuk Semua Perempuan di Dunia

Sabtu, Maret 26, 2011

Tuhanku...

Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...

Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku
berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah
memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat
hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....

rgds,
Evelyn


Sumber: http://www.conectique.com/enlight_your_life/article.php?article_id=8257
BACA TRUZZ...- Doa Seorang Gadis.... untuk Semua Perempuan di Dunia

Mama Yosepha Alomang: Hargai Perempuan dan Tanah Papua

Minggu, Mei 02, 2010

Selangkah--Saya Mama Yosepha Alomang meminta kepada laki-laki Papua, khususnya para pejabat tolong hargai perempuan Papua dan tanah Papua. Pemimpin Papua, khususnya para pejabat pemerintah yang kami (perempuan) lahirkan itu tidak menghargai perempuan dan tanah Papua. Mereka telah jual perempuan Papua dan tanah Papua. Martabat perempuan Papua dan tanah sebagai harga diri kita telah dijual habis kepada orang lain.

Demikian dikatakan Direktris Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (YAHAMAK) Mama Yosepha Alomang ketika diwawancarai Majalah Selangkah di sela-sela Kongres I Selamatkan Manusia dan Hutan Papua yang diselenggarakan Forum Kerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat (FOKER LSM) Papua, di Yotefa View Hotel, Dok V Jayapura (SMK Negeri Dok V Jayapura), Jumat (20/11).

Lebih lanjut mama yang Tsinga, Papua, pada tahun 1940-an yang permah meraih “Goldman Environmental Prize’ (Anugerah Lingkungan Goldman) pada tahun 2001 itu mengatakan, bapak-bapak Papua tidak menghargai perempuan dan tanah Papua. Akibat dari itu, orang luar menganggap kita tidak punya identitas. Katanya, salah satu contohnya adalah banyak laki-laki Papua menikah dengan orang Indonesia. Anak mereka, mama Indonesia dan bapak Papua. Tindakan ini adalah sebuah tindakan yang menjatuhkan martabat orang Papua. Ini adalah penggianatan atas dirinya sebagai orang Papua termasuk kepada perempuan Papua yang melahirkan mereka.

“Bapak-bapak Papua yang hebat itu ada karena mama-mama Papua. Tetapi katanya, setelah menjadi besar mereka justru menciptakan kesempatan untuk menginjak-injak martabat mama-mama Papua yang melahirkan mereka,” kata mama Papua yang pernah mendapatkan Yap Thiam Hien Award (sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia kepada orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia pada tahun 1999) itu.

Menurut mama yang sering dicurigai sebagai kaki tangan Organisasi Papua Merdeka (OPM), tindakan itu membunuh mereka sendiri, karena kalau laki-laki mau bicara, mau bicara apa dan atas dasar apa.

“Nilai-nilai saya Amugme itu, Tom (Tom Beanal:red) dia jual habis. Kenapa kami perempuan yang harus duka. Anak-anak kami masa depan yang hancur tetapi bapak tidak nilai. Gunung kami dia kikis habis. Tanah Amungme itu saya punya tubuh, gunung Nemangkawi ini jangtungku, danau Wonangon ini saya punya sum-sum dan kali itu saya punya nafas,” kata pembela HAM sekaligus pembela hak-hak perempuan di dalam struktur masyarakat adatnya.

Biaya Pendidikan dari Darah Mama Tidak Akan Kuat

“Sekarang ini baru saya lihat, anak-anak yang dibiayai dari darah mama tanah Amungme tidak akan kuat. Beasiswa itu tidak akan berarti karena itu darah mama yang bayar. Anak-anak biar menjadi doktor pikirannya kacau. Tidak akan ada pikiran yang baik. Tapi, kalau sekolah dari pengorbanan sendiri itu baik. Itu adat,” kata Mama Yosepha.

Mama yang bersama seorang perempuan Papua lainnya, Mama Yuliana, pernah dimasukkan ke sebuah tempat penampungan kotoran manusia selama seminggu dengan kotoran manusia setinggi lututnya karena dicurigai membantu OPM (Kelly Kwalik) itu menekankan, pergi sekolah minta Freeport berarti tidak akan sukses. Hal-hal ini akan membuat orang Papua tidak akan ada yang besar. “Semua pikiran kerdil dan orang lain akan permainkan terus. Jadi, anak-anak Papua harus sekolah dari bukan uang darah. Jangan sekolah dari uang tanah. Tanah itu mama kalian,” katanya.

“Saya minta kepada anak-anak Papua. Saya minta kepada bapak-bapak Papua. Saya minta kepada semua orang Papua. Saya minta ambil sikap yang baik untuk ubah. Hari ini waktu untuk kita,” katanya tegas. [Yermias Degei]
-----------------------
Sumber: Majalah Selangkah Edisi Januri-Maret 2010


BACA TRUZZ...- Mama Yosepha Alomang: Hargai Perempuan dan Tanah Papua

Kaum Hawa Harus Perjuangkan Persamaan Gender

Jumat, Januari 18, 2008

Timika (KPP)- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih tergolong tinggi, termasuk di kabupaten Mimika yang pada umumnya di picu akibat minimnya pengetahuan perempuan tentang hukum dan hak kaum wanita dalam kelompok adat. Mengatasi semakin meluasnya KDRT kedepan perlu dilakukan sosalisai dan koordinasi bagi kaum hawa ini muali dari tingkat daerah hingga tingat pusat.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Pemberdayaan Perempuan Dalam Politik (P3DP), Titik Sumbung S.H,MPA kepada Papua Pos di Hotel Serayu, Timika, Rabu (30/8), mengatakan, banyak kasus tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang berkerja di luar negeri bagi mengalami tidak kekerasan dari majikannya, belum lagi yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Oleh sebab itu, P3DP terus mendukung kaum perempuan agar bisa lepas dari KDRT dan bisa tampil kepermukaan, dengan menggelar kegiatan pelatihan fasilitator di segi pendidikan politik bagi kaum hawa secara umum di seluruh Indonesia termasuk di kabupaten/kota se-Papua.

“ Dengan adanya kegiatan sosalisasi P3DP seperti ini mudah-mudahan bisa memberikan dampak positif terhadap pola pikir bagi kaum perempuan,” ujar Titi. Titi juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan agar kaum perempuan bisa tampil di semua sector, sehingga kaum perempuan bisa sejajar dengan kaum adam. Bahkan kaum perempuan yang ada di pusat sering melakukan Shearing dengan anggota DPR-RI, supaya kedepan porsi perempuan tetap dapat di perhitungkan dalam pembangunan.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Indonesia dimana lebih banyak perempuan, maka pada pemilu legislative tahun 2009 mendatang kaum perempuan di harapkan lebih banyak yang duduk di kursi legislative. Hal ini dimaksudkan agar semua suara perempuan dapat terwakilkan di legislative yang mengambil suatu keputusan. Dan bagi perempuan yang duduk di kursi legislatve natinya bisa memperjuangkan kaum perempuan dalam pembentukan prodak hokum yang akan memberikan perlindungan bagi kaum hawa itu sendiri, ungkapnya.

”Saya berharap kepada kaum perempuan di kabupaten Mimika ini yang telah memdapatkan pelatihan pendidikan politik, dapat melakukan sosalisasi dan kordinasi yang baik kepada kaum perempuan yang lainnya. Kalau selama ini perempuan hanya sebagi pendengar saja, maka kedepan kaum perempuan harus bisa sebagai pengambil suatu keputusan,” harap Titi.**

---------------------------------------
Sumber: http://www.papuapos.com/new/index.php?main=fullberita&id=4356

BACA TRUZZ...- Kaum Hawa Harus Perjuangkan Persamaan Gender

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut