Jangan Sekedar Etalase
Pemerintah Papua berencana membangun laboratorium budaya untuk melestarikan budaya Papua yang beragam macamnya. Bagaimana masyarakat Papua sendiri menyambut inisiatif ini? Kami tanyakan kepada Thaha al Hamid, Sekjen Dewan Presidium Papua.
Thaha al Hamid [TaH]: Sesungguhnya sampai hari ini pemerintah daerah belum pernah mensosialisasikan itu kepada rakyat maupun kepada pemerintah pada jajaran ke bawah. Tapi beberapa kali kami dengar gubernur mengatakan akan membangun sebuah laboratorium budaya. Bagaimana bentuknya, apa isinya, juga masyarakat belum tahu.
Radio Nederland Wereldomroep: Mengapa kira-kira pemerintah merasa perlu membangun laboratorium budaya ini?
TaH: Saya kira apa pandangan pemerintah, apa motivasi untuk pemerintah bangun itu, mungkin yang lebih relevan mengatakannya gubernur.
Kehilangan jati diri
Tetapi bagi masyarakat Papua, bahwa perlindungan terhadap hak-hak dasar, salah satu di antaranya adalah culture right, itu penting. Mengingat bahwa dalam kehidupan 40 tahun terakhir ini, ketika di mana Papua bergabung dengan Indonesia, itu kita telah mengalami proses-proses degradasi kultur. Rakyat Papua telah kehilangan jati diri, kehilangan nilai-nilai budaya. Kalaulah memang pemerintah mau membangun laboratorium budaya di dalam kerangka itu, saya kira rakyat Papua akan sangat senang sekali.
Jika itu tidak sekedar membuat suatu etalase untuk menyimpan manusia Papua dari zaman batu untuk bisa dilihat sebagai suatu kearifan, tetapi kalau itu sungguh-sungguh lantaran kita ingin mengeksplor, kita ingin menggali, pemerintah ingin untuk mendorong nilai-nilai luhur dari budaya Papua, saya kira ini patut kita dukung.
Klik link di kanan atas untuk mengikuti wawancara selengkapnya
Sumber: http://www.ranesi. nl/arsipaktua/ indonesia060905/ Budaya_papua2009 0518
- Laboratorium Budaya Papua
Pemerintah Papua berencana membangun laboratorium budaya untuk melestarikan budaya Papua yang beragam macamnya. Bagaimana masyarakat Papua sendiri menyambut inisiatif ini? Kami tanyakan kepada Thaha al Hamid, Sekjen Dewan Presidium Papua.
Thaha al Hamid [TaH]: Sesungguhnya sampai hari ini pemerintah daerah belum pernah mensosialisasikan itu kepada rakyat maupun kepada pemerintah pada jajaran ke bawah. Tapi beberapa kali kami dengar gubernur mengatakan akan membangun sebuah laboratorium budaya. Bagaimana bentuknya, apa isinya, juga masyarakat belum tahu.
Radio Nederland Wereldomroep: Mengapa kira-kira pemerintah merasa perlu membangun laboratorium budaya ini?
TaH: Saya kira apa pandangan pemerintah, apa motivasi untuk pemerintah bangun itu, mungkin yang lebih relevan mengatakannya gubernur.
Kehilangan jati diri
Tetapi bagi masyarakat Papua, bahwa perlindungan terhadap hak-hak dasar, salah satu di antaranya adalah culture right, itu penting. Mengingat bahwa dalam kehidupan 40 tahun terakhir ini, ketika di mana Papua bergabung dengan Indonesia, itu kita telah mengalami proses-proses degradasi kultur. Rakyat Papua telah kehilangan jati diri, kehilangan nilai-nilai budaya. Kalaulah memang pemerintah mau membangun laboratorium budaya di dalam kerangka itu, saya kira rakyat Papua akan sangat senang sekali.
Jika itu tidak sekedar membuat suatu etalase untuk menyimpan manusia Papua dari zaman batu untuk bisa dilihat sebagai suatu kearifan, tetapi kalau itu sungguh-sungguh lantaran kita ingin mengeksplor, kita ingin menggali, pemerintah ingin untuk mendorong nilai-nilai luhur dari budaya Papua, saya kira ini patut kita dukung.
Klik link di kanan atas untuk mengikuti wawancara selengkapnya
Sumber: http://www.ranesi. nl/arsipaktua/ indonesia060905/ Budaya_papua2009 0518


