Diklat Jurnalistik Intensif 2009

Minggu, Mei 10, 2009

Lembaga Kajian dan Komunitas Penulisan yang tergabung dalam Intan of Cultural Research Centre DI Yogyakarta-Jawa Tengah bekerja sama dengan PPWI, Depkominfo BEM Rema UNY, dan Transform Institute UNY, Minggu, 17 Mei 2009, menggelar "Diklat Jurnalistik Intensif 2009" di Gedung Student Centre UNY (pukul 08.00-16.00).

Diklat diselenggarakan sebagai komitmen ICRC dalam memperjuangkan hak publik dalam menyampaikan ide kritis, unek-unek, suara wacana, serta agar bisa menjadi penulis populer dan jurnalis tanpa meninggalkan profesi lama. Diklat jurnalistik ini diperuntukkan bagi kalangan umum (mahasiswa/pelajar, guru, dosen, PNS, penulis, staf humas, staf TU, pewarta warga, pensiunan, polisi, tentara, karyawan, petani, pedagang, tukang becak, dan beragam profesi lain) tanpa membedakan SARA.

Berbeda dengan model diklat jurnalistik lainnya, direncanakan ada tujuh pembicara (sejumlah pemimpin redaksi surat kabar dan tabloid, dosen, novelis, penyair, kolomnis, dan penulis senior). Mereka di antaranya Octo Lampito (Pimred KR dan Ketua PWI DIY), YB Margantoro (Redaktur Bernas Jogja), Wilson Lalengke (Pimred Explorer Indonesia), Sutirman EW (Pimred Malioboro Express), Achmad Munif (novelis), Mustofa W Hasyim (penyair), dan Supadiyanto (Kolumnis, Redaktur HOKI).

Seluruh peserta bakal mendapatkan multifasilitas berupa makalah, co-card, dan koran, sertifikat, makan siang, snack, door prize buku jurnalistik, serta layanan konsultasi terkait dunia jurnalistik dan kepenulisan.

Bagi yang berminat bisa mendaftar di front office Kopma UNY (0274) 584134; Warpostel Kopma UIN Sunan Kalijaga (0274) 554779; serta Warpostel Kopma UGM (0274) 519943 mulai 25 April-16 Mei 2009 (jam kerja). Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085868391622 (Ata) dan atau 08179447204 (Intan). Sulis Styawan Koordinator Panitia Diklat Jurnalistik.
--------------------------------------------------
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/27/11483942/Surat.Pembaca

BACA TRUZZ...- Diklat Jurnalistik Intensif 2009

14 Pelajar Nabire Lulus Test Olimpiade Fisika

Selasa, Mei 05, 2009

Sebanyak 14 pelajar di Kabupaten Nabire lulus tes Olimpiade Fisika mewakili Propinsi Papua. Sebelumnya, Test Olimpiade ini dilaksanakan pada bulan Desember 2008 lalu.

Masing-masingnya adalah, 5 pelajar dari SMA YPPK Adhi Luhur, 4 pelajar dari SMA Negeri 03 Nabire, 3 dari SMA Anak Panah Nabire serta seorang pelajar dari SMA Ipaiye Nabire. Belakangan, seorang pelajar dari SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Kaleb Yenusi dipulangkan karena sakit.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Nabire A.H.Sihombing A.Md Pd kepada JUBI di Nabire, Senin (5/5) mengatakan, pemda Nabire hanya memfasilitasi tanggungan transport. Untuk biaya selanjutnya, menjadi tanggungan dana Otsus (Otonomi Khusus) dari pemerintah Provinsi Papua.

Sementara itu, Maria Pekey, salah seorang peserta Olimpiade kepada JUBI, Selasa (5/5) di Nabire mengatakan, peserta secara umum di Papua sekitar 20 orang. Peserta itu akan dikuliahkan keluar Negeri seperti ke Jepang, Amerika, Cina dan Korea. “Tapi sekarang, kami harus pulang ke sekolah di sini (Nabire) karena harus mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah,” ujarnya. (Willem Bobi/Nabire)
---------------------------------
Sumber: Tabloidjubi.com

BACA TRUZZ...- 14 Pelajar Nabire Lulus Test Olimpiade Fisika

Rp90 Juta, Biaya Hardiknas di Nabire Tuai Protes

Biaya penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Nabire senilai Rp 90 juta yang bersumber dari dana pendidikan Dinas Pendidikan dan pengajaran (P dan P) Nabire menuai protes dari sejumlah kalangan pendidikan di Nabire.

Menurut laporan yang diterima JUBI (4/5), dana tersebut digunakan untuk mendanai 2 kegiatan yaitu jalan santai dan lomba kebersihan antar sekolah yang melibatkan beberapa sekolah di kota Nabire. Ironisnya, dalam acara Hardiknas tersebut ditemui sebuah tenda berukuran mini disewa dengan harga Rp 16 juta untuk sehari. Sejumlah guru di Nabire kaget membandingkan dana sebesar Rp 90 juta untuk kegiatan peringatan Hardikas.

Aksi protes peringatan Hardiknas terjadi ketika publik mengetahui bahwa Dinas P dan P Nabire menghabiskan dana Rp 90 juta dari sumber dana pendidikan. Sementara dana Open House dan lomba serta kegiatan Hardiknas yang diikuti sejumlah sekolah menghabiskan dana dibawah Rp 20 juta dengan sumber swakelola. Misalnya SMA Adhli luhur dengan kegiatannya yang dilaksanakan di Kompleks sekolah ternyata hanya menghabiskan Rp 13 juta.

”Acara seperti ini kok sewa tenda itu masa Rp.16 juta untuk 2 jam,” tandas Ibu Agnes, guru SMA YPK Tabernakel Nabire. "Semeriahnya acara Hardiknas yang dilakukan Dinas P dan P Kabupaten Nabire tak relevan dengan besarnya dana yang dikeluarkan Dinas P dan P Nabire," ujar seorang guru yang tak menyebutkan identitasnya. Guru SMA Adhi Luhur Nabire Yermias Degei mengatakan, makna Hardiknas sebenarnya bukan menyelenggarakan acara peringatan itu. Tapi lebih bermakna jika melihat kembali proses pendidikan, seperti menata masa depan siswa khususnya dan generasi muda pada umumnya,” tutur Yermias.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMA YPPK Adhi Luhur Nabire P.J Mardi Santara SJ menilai, persiapan kegiatan Hardiknas yang diselenggarakan pemerintah daerah dinilai mendadak, sehingga target dan tujuannya masih banyak terdapat kekurangan. ”Habis karena Dinas P dan P Nabire maunya cepat dan mendadak sehingga akhirnya jadi begini,” ungkap Romo Mardi.

Dia juga mengatakan ketidaksiapan penyelenggaraan Hardiknas secara mendadak dapat berakibat fatal sehingga persiapan yang tak matang dapat mengganggu agenda pendidikan di tingkat sekolah lainnya. ”Persiapan Open House ini harus dari tahun sebelumnya,” ujarnya. (Willem Bobi)
---------------------
Sumber:http://www.tabloidjubi.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3717&Itemid=101

BACA TRUZZ...- Rp90 Juta, Biaya Hardiknas di Nabire Tuai Protes

Mendukung Gerakan "One People, One Book, One Heart for Papua" yang di Lakukan oleh LPP. Kami kumpulkan buku baru dan bekas untuk bangun perpustakaan di Papua. Di Jakarta dan sekitarnya hubungi Johanes Supriyono, email:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
 
 
 

Visitors

Pengikut